PENGERTIAN DISTRIBUTED PROCESSING
Apa itu distributed processing? Mulanya, mikroprosesor hanya melibatkan satu CPU pada sebuah chip. Namun, seiring perkembangan rekayasa mikroprosesor, diketahui bahwa beberapa prosesor dapat digabungkan untuk mempercepat proses. Temuan ini kemudian dipelajari lebih lanjut hingga menghasilkan suatu teknologi yang dinamakan distributed processing. Bagaimana teknologi ini dimanfaatkan?
APA ITU DISTRIBUTED PROCESSING?
Secara sederhana, dapat dipahami bahwa distributed processing adalah berbagai sistem komputer yang melibatkan lebih dari satu komputer (atau terkadang prosesor) untuk menjalankan suatu aplikasi. Tidak hanya itu, suatu sistem yang melibatkan penggunaan komputer tunggal dengan beberapa CPU sekaligus untuk menjalankan program (sistem paralel), juga masuk dalam distributed processing ini.
Distributed processing merupakan suatu tugas komputasi yang sangat kompleks. Tugas tersebut dibagi ke beberapa jaringan mesin individu, yang kemudian menyelesaikan bagiannya masing-masing. Setelah bagian tugas selesai, akan langsung dikirimkan kembali untuk dikompilasi menjadi satu output yang utuh.
PENTINGNYA DISTRIBUTED PROCESS UNTUK BISNIS
Sebenarnya, distributed processing adalah suatu hal yang dekat dengan kehidupan. Ada banyak sekali aktivitas yang melibatkan sistem komputer ini. Salah satunya adalah saat Anda menggunakan layanan cloud. Sebab, semua yang berjalan di cloud menggunakan jaringan yang melibatkan beberapa prosesor sekaligus.
Contoh lainya adalah proses data mining pada big data, online game yang melibatkan beberapa orang sekaligus (MMO), hingga komunitas virtual di dunia maya. Penerapan distributed processing juga tidak selalu mengandalkan jaringan internet, tapi juga beberapa prosesor lokal yang disatukan. Hal ini banyak digunakan oleh para video editor dan animator untuk proses render. Tanpa melakukan distributed processing, proses render akan berjalan lama.
MENGAPA DISTRIBUTED PROCESS DIGUNAKAN?
Ada banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan dengan menerapkan distributed processing, di antaranya:
1. KETERSEDIAAN YANG LEBIH BAIK
Sistem komputer monolitik (hanya menggunakan satu prosesor) memiliki keterbatasan dalam menjalankan suatu proses. Hasilnya, performa komputer menjadi sangat lambat. Jika Anda menjalankan satu sistem saja, mungkin masih dapat ditoleransi. Namun, bagaimana jika harus menjalankan beberapa sistem sekaligus dalam satu waktu?
Distributed processing membagi operasional sistem tersebut ke beberapa server. Dengan begitu, titik kegagalan tidak hanya terpusat pada satu server. Sistem ini juga menyembunyikan TTR (time-to-recovery) yang durasinya terlalu panjang. Menariknya lagi, sistem terdistribusi juga dapat ditempatkan dekat dengan pengguna yang membutuhkan.
2. KETAHANAN TINGGI
Untuk beberapa proses yang sederhana, sistem monolitik saja mungkin sudah cukup. Namun, bagaimana dengan proses yang rumit dan melibatkan banyak pengguna? Kenyataannya, mayoritas proses yang berjalan saat ini terbilang rumit dan sangat menuntut ketahanan tinggi.
Sistem penyimpanan terdistribusi terus-menerus membuat banyak salinan dari sepotong data, hingga menghasilkan fleksibilitas biaya, waktu pemulihan, dan bahkan daya tahan. Sistem ini juga dapat didesain agar tahan terhadap risiko yang berkorelasi, sekaligus menghindari korelasi secara langsung.
3. SKALABILITAS
Distributed processing juga merupakan suatu sistem yang fleksibel dari segi skala. Untuk mengembangkannya pun sangat mudah, Anda cukup menambahkan prosesor sesuai kebutuhan.
Hal ini mungkin terjadi karena sistem terdistribusi ini masuk dalam kategori stateless. Sistem stateless jauh lebih mudah diskalakan jika dibandingkan dengan sistem dengan state. Sebab, pada state system, Anda perlu menentukan bagaimana penyebarannya. Anda juga harus mencari cara untuk mengirim pengguna ke tempat yang tepat.
KESIMPULAN
Bisa disimpulkan, distributed processing adalah beberapa sistem komputer yang memanfaatkan sejumlah komputer atau prosesor untuk menjalankan suatu program. Sistem ini memungkinkan Anda untuk membagi sebuah tugas besar ke beberapa unit yang lebih kecil sehingga waktu pengerjaannya pun lebih singkat. Selain itu, pada sistem yang terdistribusi, Anda juga bisa mendapatkan ketersediaan, daya tahan, hingga skalabilitas lebih baik dari sistem monolitik.
Distributed Processing
Distributed Processing adalah kemampuan menjalankan semua proses pengolahan data secara bersama antara komputer yang berfungsi sebagai pusat dengan beberapa komputer yang lebih kecil dan saling dihubungkan melalui jalur komunikasi.
Setiap komputer tersebut memiliki prosesor mandiri sehingga mampu mengolah sebagian data secara terpisah, kemudian hasil pengolahan tadi digabungkan menjadi satu penyelesaian total. Jika salah satu prosesor mengalami kegagalan atau masalah maka prosesor yang lain akan mengambil alih tugasnya. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Definisi umum dari pemrosesan terdistribusi merupakan cara untuk mempercepat pengolahan data atau informasi dengan mendistribusikan pekerjaan atau intruksi ke banyak komputer yang telah dipilih untuk memberi kekuatan pemrosesan yang lebih cepat. Tujuan dari komputasi terdistribusi adalah menyatukan kemampuan dari sumber daya (sumber komputasi atau sumber informasi) yang terpisah secara fisik, ke dalam suatu sistem gabungan yang terkoordinasi dengan kapasitas yang jauh melebihi dari kapasitas individual komponen-komponennya.

Komentar
Posting Komentar